Thursday, April 4, 2013

Manusia dan Keindahan

 1. Keindahan
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek,atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budayatertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman “keindahan” sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik danketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.””Keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat padasuatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (hannony),kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Keindahantersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.


2. Renungan
Merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbedadengan termenung, Merenung adalah secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadianyang mendalam. Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuahpikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of control.Termenung bisa dikatakan meratapi hidup, orang termenung pasti melakukan dialogdengan diri sendiri. Berarti hal ini banyak menguraikan masalah dari termenung, orangberbicara dengan nurani dan akalnya menyamakan persepsi antara hati dan otak. Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi Renungan adalah pembicaraan dirikita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.

3. Keserasian
Keserasian merupakan keharmonisan , kesepadanan, keselarasan, kita perlu mengukuhkan semangat untuk menciptakannya, jadi keserasian kecocokan, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan,ukuran dan seimbang. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatubenda dan diantara benda itu dengan si pengamat.Pengertian keserasian adalah cocok dalam segala hal.- Menurut The Liang Gie ada 2 Teori dalam menciptakan seni antara lain :Teori Objektif ( Plato, Hegel, Bernard Bocanguat )Teori Subyektif ( Henry Home, Earlof Shaffesbury, Edmund Burke )salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar darikeindahan . apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanyaterdapat dalam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalantersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori ogjektif dan subjektif.Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan,terlepas dari orang yang mengamatinya. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang memuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salahsatu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda. Pendukung teori objektif adalah Plato dan Hegel.Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu bendaitu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda.Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dan si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry dan Edmund Burke.

No comments:

Post a Comment